Dulu saya pikir tagihan listrik itu takdir. Mau sehemat apa pun, angkanya ya segitu-gitu aja. Apalagi sekarang saya sudah pensiunan, penghasilan tetap, jadi setiap rupiah yang keluar dari rekening terasa lebih berarti. Tapi sebulan terakhir saya coba satu eksperimen kecil: mengubah beberapa kebiasaan di rumah, bukan yang muluk-muluk, cuma yang bisa saya lakukan sendiri tanpa bantuan siapa-siapa.
Hasilnya? Lumayan bikin kaget. Tagihan bulan ini turun sekitar 18 persen dibanding bulan sebelumnya. Dan yang lebih penting, beberapa barang di rumah terasa lebih awet. Ini cerita lengkapnya.
Mulai dari Hal Sepele yang Selama Ini Saya Abaikan
Saya akui, dulu saya tipe orang yang malas mencabut charger dari colokan. HP sudah penuh, charger masih nangkring di dinding. Katanya sih itu boros, tapi saya pikir ah paling berapa watt. Ternyata setelah saya hitung-hitung dengan alat pengukur sederhana yang saya beli di toko online seharga tiga puluh ribuan, jumlahnya lumayan juga kalau diakumulasi sebulan.
Baca juga: Pensiunan Seperti Saya Cuma Butuh 10 Menit buat Hemat Listrik
Jadi saya mulai disiplin. Setelah HP penuh, charger langsung dicabut. Setelah nonton TV, bukan cuma dimatikan pakai remote, tapi tombol power di body TV juga saya tekan. Kedengarannya remeh, tapi inilah yang paling terasa dampaknya.
"Yang paling mengubah tagihan ternyata bukan alat mahal, tapi kebiasaan kecil yang saya lakukan berulang setiap hari."
Saya juga mulai memperhatikan lampu. Rumah saya masih pakai beberapa lampu pijar lama di kamar mandi dan dapur. Sebulan lalu saya ganti semuanya ke LED. Harganya memang lebih mahal di awal, tapi setelah sebulan, saya bisa merasakan sendiri bedanya. Lampu LED juga tidak sepanas lampu pijar, jadi kamar mandi tidak lagi terasa seperti sauna setiap kali lampu dinyalakan lama.
Perawatan Barang yang Ternyata Berpengaruh ke Listrik
Ini bagian yang paling saya sesali kenapa baru saya lakukan sekarang. Kulkas saya sudah berumur hampir sepuluh tahun. Selama ini saya jarang membersihkan bagian belakangnya, yang ada kumparan-kumparan itu. Debu menumpuk tebal. Setelah saya bersihkan pakai kuas dan vacuum cleaner kecil, saya perhatikan kulkas tidak lagi "ngeden" sesering sebelumnya. Kompresornya lebih jarang menyala.
Efeknya dobel: listrik lebih hemat, dan kulkas jadi lebih awet karena kompresor tidak kerja keras terus-terusan. Saya juga mulai rajin membersihkan filter AC setiap dua minggu. Dulu saya cuma bersihkan sebulan sekali, itupun kalau ingat. Ternyata filter yang kotor bikin AC bekerja lebih berat, dan itu langsung kelihatan di tagihan.
Beberapa hal kecil yang saya lakukan setiap minggu:
- Membersihkan filter AC dengan air mengalir, lalu dikeringkan sebelum dipasang lagi
- Menyapu bagian belakang kulkas dari debu pakai kuas lembut
- Memastikan pintu kulkas benar-benar rapat, dan mengganti karet pintu yang sudah keras
- Mencabut setrika dan alat elektronik lain setelah selesai dipakai
- Menjemur cuciannya di luar saat cuaca cerah, bukan selalu pakai mesin pengering
Soal setrika, ini juga menarik. Saya dulu sering menyalakan setrika sambil menunggu, lalu ditinggal-tinggal karena ada yang dikerjakan. Sekarang saya kumpulkan dulu semua cucian yang mau disetrika, baru setrika dinyalakan. Jadi setrika menyala dalam satu sesi, bukan bolak-balik nyala-mati sepanjang hari.
Yang Berubah Setelah Sebulan
Selain tagihan listrik yang turun, ada beberapa perubahan lain yang saya rasakan. Rumah terasa lebih tertata karena saya jadi lebih sadar barang-barang apa saja yang menyala. Ada semacam kepuasan tersendiri ketika tahu bahwa uang pensiun saya tidak "bocor" lewat hal-hal yang tidak perlu.
Barang-barang juga terasa lebih awet. Kulkas yang tadinya sering berbunyi keras sekarang lebih tenang. AC lebih cepat dingin. Setrika tidak cepat rusak karena tidak sering nyala-mati. Ini penting buat saya, karena sebagai pensiunan, saya tidak ingin sering-sering mengeluarkan uang untuk beli barang baru.
Saya juga jadi lebih teliti soal kebiasaan sehari-hari. Misalnya, saya sekarang memastikan rice cooker tidak ditinggal menyala setelah nasi matang. Dulu sering saya biarkan dalam mode "warm" berjam-jam. Sekarang setelah matang, saya cabut. Nasi tetap hangat kalau tutupnya rapat, dan listrik tidak terbuang percuma.
Bukan soal pelit, tapi soal sadar
Saya ingin tegaskan satu hal: ini bukan soal pelit atau hidup sengsara. Saya tetap nyalakan AC saat siang panas, tetap pakai mesin cuci, tetap hidupkan TV untuk nonton berita. Yang berubah cuma cara saya menggunakannya. Tidak ada yang saya korbankan, cuma kebiasaan boros yang saya rapikan.
Buat teman-teman yang sudah pensiunan seperti saya, mungkin bisa coba cara ini. Tidak perlu beli alat mahal atau pasang panel surya. Mulai dari mencabut charger, membersihkan kulkas, dan mengganti lampu ke LED. Lakukan sebulan, lalu bandingkan tagihan listrik kamu. Saya yakin kamu akan merasakan bedanya.
Yang paling saya syukuri dari eksperimen sebulan ini bukan cuma angka di tagihan yang lebih kecil, tapi perasaan lebih tenang. Tahu bahwa saya masih bisa mengendalikan pengeluaran rumah tangga dengan cara-cara sederhana. Bagi saya, itu sudah cukup bikin hari-hari pensiun terasa lebih ringan.